Thursday, October 14, 2010

Part Alternatif Skutik Honda

Yakin, sebagai skutiker, termasuk pemilik produk Honda pasti pernah kesulitan mencari part pengganti atau pendukung buat besutan kesayangan. Bisa emang stoknya enggak ada, kosong atau habis atau malah harganya yang selangit. Solusinya dengan metode comot komponen alternatif yang pastinya cocok, eh cocok sama milik skutik Anda. Di Honda Vario, Vario CBS dan BeAT bisa terapkan trik itu. Bisa dari satu merek, atau dari produk motor lain!


Per & Kampas Kopling
Indikasi jika part ini mulai minta ganti baru, tarikan tunggangan mulai payah. Larinya tak sesuai sama putaran mesin yang tinggi, sering
selip dan mesin berisik (gbr.1). Penggantinya, bisa comot dari produk Yamaha.

Contoh buat BeAT bisa pake kampas ganda Mio yang harganya dibanderol sekitar Rp 70.000/set. “Buat Vario dan CBS Techno, pakai satu set milik Yamaha Xeon. Kalo harga belum tahu, karena baru coba-coba dan ternyata klop,” tambah Ivo.

Per-nya (gbr.2), BeAT juga masih sama (Mio). “Komponen itu harus beli bareng assy, harganya Rp 232 ribuan, karena part Mio tak dijual satuan” tambahnya. Sementara buat Vario dan CBS Techno bisa andalkan milik Kymco.


Kampas Rem Belakang
Karena engine brakenya minim, fungsi rem sangat penting. Terutama buat yang belakang, kalo sudah mulai tipis segera diganti. Karena kalo didiemin bisa bahaya. Mau cari pengganti buat Vario dan BeAT?

“Bisa pakai punya Honda Mega Pro atau Tiger seharga Rp 33.500. Kalo kampas depan harus pakai yang asli, karena posisi rem ada di sebelah kiri dan berbeda dengan yang lain,” sahut pria bermarkas di kawasan Fatmawati, Jaksel ini sambil bilang, peranti itu juga bikin fungsi rem tetap pakem.

Spuyer
Biasanya berhubungan sama aktivitas upgrade performa, pasti butuh penyesuai spuyer. “Biasanya naikin atau nurunin main jet (MJ) atau pilot jet (PJ) (gbr.4) sampai 1-2 step,” ungkap Oscar Padang dari DMS Motowork, di daerah Prapanca, Jakpus.

Susah cari peranti itu? Gampang! Triknya, MJ Vario dan BeAT bisa aplikasi dari Suzuki Satria FU atau Honda Tiger dengan ukurannya yang disesuaikan permintaan mesin. Soal harga gak perlu panik, satu buahnya sekitar Rp 25 ribuan.

Untuk PJ Vario dan BeAT, agar bisa dapat ukuran yang diinginkan, pakai bawaan Honda Karisma atau Suzuki Shogun 110. “Dilihat dari bentuknya, sama persis bawaan BeAT,” sambung Ivo, yang kasih harga tebus sama dengan beli MJ alias Rp 25 ribu.

Daftar Harga
Kampas Ganda: Yamaha Mio, Rp 70 ribu / set
Puli assy / rumah V-belt: Yamaha mio Rp 175 ribu / set
Kampas rem belakang: Honda megapro Rp 36 ribu / Honda tiger Rp 33.500
Spuyer: Mj dan Pj: +- Rp 35 ribuan

*harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan

Thursday, May 20, 2010

Mengubah Yamaha Mio Standar jadi Mio Racing

Sebelum mulai, perlu dijelaskan bahwa Yamaha Mio bukan menjadi satu pilihan utama untuk hal kecepatan. Kami menemukannya setelah menerapkan modifikasi pada mesin bahwa Yamaha mio menjadi sulit untuk kendalikan pada kecepatan yang lebih tinggi. Kemudian, Yamaha Mio ini langsung berbahaya untuk dikendalikan.


Setelah memeriksa silinder Yamaha mio, langsung dengan ide untuk melakukan
suatu bore-up ke 63mm, mengingat Yamaha Mio standar adalah 55mm. Membore-up dari 55mm ke 63mm akan mengubah Yamaha Mio dari 114cc menjadi motor 189cc . Setelah menghubungi beberapa sumber, untuk aksesori gunakan satu set lengkap, yang mencakup 63mm Laminated Ceramic silinder, high performance 4-katup kepala silinder ( Mio yang standar hanya kepala dengan 2-katup ), 63mm Piston, high performance racing camshaft dan bahan-bahan untuk merakit.

Tuning set ini awalnya untuk Yamaha Nouvo,
tapi sebagai mesin Yamaha standar yang sama yang kita harapkan tidak banyak masalah mounting ke Mio. mengganti karburator Mikuni BS25 / 1 dengan Mikuni BS32, karburator ini awalnya adalah dari sebuah sepeda motor Yamaha XJ400. Mikuni 32mm Biasanya akan sedikit untuk besar untuk 189cc tapi kami memutuskan untuk mengganti jarum jet yang lebih kecil dan menahan asupan udara sedikit.

Setelah merakit kembali Yamaha Mio, dan cocok dengan semua bagian-bagian mesin Superbike kami mulai gadis kecil ini. Hal pertama yang kami temukan adalah bahwa pembuangan tidak cukup besar untuk mencobanya, pembuangan dengan mudah diganti dengan model yang lebih agresif dan sekarang gadis kecil suaranya begitu terdengar.
Melakukan beberapa tes drive, kami menemukan bahwa roda Yamaha Mio tidak seimbang untuk lari secepat itu.

Setelah kami melakukan pergantian ban yang lebih profesional dan balancing roda. Kami masih mengalami kesulitan mengemudikan skuter matic ini pada kecepatan yang lebih tinggi. Mengetahui bahwa mesin dapat dengan mudah membawa skuter matic ini untuk kecepatan sekitar 180km/jam tapi kita punya masalah untuk mencapainya, untuk kecepatan lewat dari 120km/jam saja hampir mustahil untuk mengendalikan sepeda motor ini dengan aman.
(www.motorcycle.in.th-thailand)

Saturday, May 8, 2010

Yamaha XEON 125




Mesin

Jenis : 4 Langkah, SOHC, Berpendingin Cairan

Volume Silinder : 124 cc

Jumlah / Posisi Silinder : Cylinder Tunggal / Mendatar

Diameter x Langkah : 52,4 x 57,9 mm
Perbandingan Kompresi : 10,9 : 1

Pelumasan : Basah
Sistem Bahan Bakar : MIKUNI BS 26 x 1
Sistem Pengapian : DC C.D.I

Battery : 12V, 3.5Ah / YTZ5S

Busi : C6HSA (NGK) / U20FS-U (DENSO)

Sistem Starter : Electric & Kick Starter
Kapasitas Tangki : 4,1 Liter

Kapasitas Oli Mesin : Total 0,9 Liter

: Berkala 0,8 Liter
Transmisi : CVT Otomatis

Tipe Kopling : Kering, Kopling Sentrifugal

Daya Maksimum : 8,05 kW / 8500 rpm
Torsi Maksimum : 10,1 Nm / 7000 rpm


Rangka

Tipe : Pipa Baja
Suspensi Depan : Teleskopik

Suspensi Belakang : Lengan Ayun, Suspensi Tunggal

Rem Depan : Cakram
Rem Belakang : Tromol

Ukuran Roda Depan : 70 / 90 - 14M/C 34P

Ukuran Roda Belakang : 80 / 90 - 14M/C 40P


Dimensi
Panjang : 1850 mm

Lebar : 685 mm
Tinggi : 1060 mm

Tinggi Tempat Duduk : 750 mm

Jarak Sumbu Roda : 1250 mm

Jarak Terendah Ke Tanah : 125 mm
Berat Isi : 103 kg

Tuesday, April 27, 2010

Yamaha JOGRR - motor paddock MotoGP

Bore Up Skubek Suzuki Pakai Piston Kawasaki KLX 150

Para penggemar bore up khususnya skubek Suzuki seperti Spin, Skywave dan Skydrive sekarang punya pilihan baru. Selama ini jika mereka ingin bore up pakai piston 58 paling mentok menggunakan piston Thunder 125.
"Banyak keunggulan dari kepunyaan Kawasaki KLX150," kata Herryadhi Noviantho, salah seorang penggemar korek mesin dari Skywave Owner Club (SOC), Jakarta.



Hal yang utama tentunya karena juga menggunakan pin seher 14 mm. "Artinya pasti sesuai buat skubek Suzuki," kata ayah dua anak ini.

Keuntungan lainnya adalah ukuran yang sudah 58 mm. Selama ini buat mereka yang ingin bore up sampai 58 mm dan memilih piston Thunder tadi harus menggunakan yang oversize 100.

Atau pilihan lain menggunakan piston produk variasi. "Karena itu maka secara material kita lebih yakin dengan punya KLX, karena ukurannya sudah 58 mm dan itu buatan pabrik Kawasaki langsung," tambahnya.

Dari bentuk, dimensi dan berat juga banyak keunggulan. "Meski belum menimbangnya tapi saat dipegang bisa dirasakan. Punya KLX lebih ringan," lanjut Hernov, sapaanya sehari-hari.

Karena lebih ringan tadi, maka pergerakan piston jadi enteng. "Meski kalah di bobot, tapi secara kekuatan enggak perlu diragukan. Buatan Kawasaki selama ini terkenal kuat," cuapnya.

Lainnya, bentuk seher yang juga lebih pendek dibanding Thunder. "Dengan begitu, secara otomatis maka daya geseknya juga menjadi minim," jamin pria ngantor di Kuningan, Jakarta Selatan.

Oh ya, soal harga untuk piston dan ring dibanderol Rp 420 ribu. Berminat?

by : motor plus

Substitusi Kampas Kopling Mio dan Beat

Meski beda pabrikan, dua skubek terkemuka di Indonesia, yaitu Yamaha Mio dan Honda BeAT bisa saling 'bantu' soal kampas kopling. Karena, Secara bentuk dan ukuran, kampas kopling CVT sama persis.
Bukan cuma bisa saling substitusi pemakaian doang. Juga ada unsur efisiensi dan saling menguntungkan antara keduanya. Itu karena masing-masing cara jualnya beda.



Khusus untuk Mio, tidak bisa beli kampas koplingnya saja. Artinya, kalau beli kampas kopling CV harus satu set dengan mangkuk dudukannya.

"Sementara, untuk BeAT bisa beli kampas koplingya saja, tanpa dudukannya. Itu yang membuat pemilik Mio bisa lebih ngirit, karena bisa beli kampas doang punya BeAT," terang Sugeng, pedege di Cineng Motor, Ciledug, Tangerang.

Hitungannya begini. Kalau pemilik Mio mau beli satu set kampas kopling, musti ngerogoh Rp 232.500/set termasuk mangkuk dudukan. Sementara kalau butuhnya cuma kampas koplingnya aja, cukup beli punya BeAT yang memang dijual tanpa dudukannya, hanya Rp 110 ribu. Lebih irit kan?

Toh, secara fungsi kan sama saja. Cara pasangnya juga demikian. Tinggal plek, tiga buah kampas kopling dimasukan ke tempatnya. Tanpa ubah apapun, langsung pasang.

Sementara kalau kampas kopling racing, giliran BeAT yang dapat keuntungan. Enggak perlu pusing dan repot cari seri kampas kopling kompetisi khusus BeAT.

Tinggal cari dan beli saja kampas variasi untuk Mio yang pasti sudah muncul. Soalnya, untuk masalah racing kan Mio sudah lebih duluan munculnya. Juga duluan keluar aftermarketnya, kan?

Misal, pakai produk Kawahara yang dijokul Rp 350 ribu. "Saya sudah mencobanya untuk BeAT. Bisa tuh. Nggak mengubah apapun. Karena memang pas," terang Mariasan Kocek, pembalap seeded sekaligus mekanik JP Racing, di Bintaro, Pondok Aren, Tangerang. Wah, pembalap sekaligus mekanik. Dobel dong kangtaunya.

Secara bentuk, kampas kopling aftermarket racing memang memiliki bentuk yang lebih lebar. Tapi dipasang tetap pas, karena panjang dan ukurannya masuk pada dudukan mangkuknya. "Justru lebih menyempurnakan fungsi. Apalagi kalau buat harian. Kampas itu malah jadi lebih mantep dan awet," tambah Kocek.

Soal harga, diakui lebih tinggi. Namanya juga spek racing, pasti ada lebihnya. Harga enggak bohong kan?

Honda Metropolitan Scooter